Berita

Mengenal Mesin 3 Silinder yang Digunakan Toyota Raize

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky kompak gunakan mesin 3 silinder. Yuk kita mengenal lebih jauh mengenai mesin kompak yang tengah naik daun ini.

Ketika pertama kali diperkenalkan, Toyota Raize dan saudara kembarnya, Daihatsu Rocky, menawarkan sebuah crossover kompak kekinian yang lincah, efisien dan fitur lengkap. Salah satu daya tarik utamanya adalah mesin 3 silinder segaris yang digunakan. Dengan hanya berkapasitas 1.000 cc, namun dengan dukungan turbo, mampu memberikan tenaga sebesar 96 hp dan torsi sebesar 120 Nm.

Namun perolehan performa di atas, Toyota Raize maupun Daihatus Rocky mampu memberikan performa layaknya mesin 1.300 cc namun dengan kubikasi atau kapasitas lebih kecil. Selain turbo, senjata utama dari duo crossover kompak tersebut adalah penggunaan mesin 3 silinder. Lantas, apa kelebihan dan kekurangan dari mesin 3 silinder? Bagaimana dengan karakternya? CARRO Indonesia akan mengupasnya dalam artikel berikut ini.

–> Ganjil Genap Diperpanjang, Sanksi Tilang Menanti

Fokus pada efisiensi

Toyota Raize dan Daihatsu Rocky bukanlah yang pertama menggunakan meisn 3 silinder segaris. Di Indonesia, tren mesin 3 silinder pertama dipopulerkan oleh Daihatsu Xenia sejak diperkenalkan pada tahun 2003 silam. Semenjak itu, beberapa pabrikan pun juga mengikuti langkah Xenia, seperti Nissan March, Suzuki Karimun Estilo, Datsun GO, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla hingga merek premium seperti MINI.

Mesin Volvo terbaru

Dengan dimensi kompak plus efisien, membuatnya difavoritkan untuk digunakan pada beberapa model mobil modern

Fokus penggunaan mesin 3 silinder ini adalah efisiensi. Dengan jumlah silinder atau ruang bakar yang lebih minim, maka membutuhkan pasokan bahan bakar yang lebih efisien pula. Tak hanya itu dengan jumlah silinder lebih sedikit, maka penggunaan komponen pun lebih minim. Efeknya, ongkos produksi pun dapat ditekan. Sementara dari dimensi, mesin 3 silinder pun berukuran lebih kompak, sehingga hanya membutuhkan ruang mesin yang lebih kecil.

Dengan sederet kelebihannya tersebut, membuat mesin jenis ini kerap diandalkan untuk digunakan pada mobil kompak dengan harga terjangkau. Sebut saja mulai dari city car, crossover perkotaan hingga Low Cost Green Car (LCGC). Bahkan belakangan mesin bersilinder ganjil ini pun juga mulai digunakan pada mobil high performance. Contohnya seperti pada Toyota GR Yaris, yang gunakan mesin 3 silinder berkapasitas 1.5 dan 1.6 liter turbo yang mampu hasilkan tenaga maksimal 280 hp!

–> Ini Alasannya Mengapa Mobil Indonesia Menganut Setir Kanan

Karakter torsi kuat di putaran bawah dan getaran yang lebih besar

Selain keunggulannya, mesin kompak ini juga memiliki kelemahan dan karakter khas tersendiri. Pertama adalah karakter getaran yang lebih kuat terasa. Hal ini dikarenakan jumlah silinder yang ganjil, sehingga hasilkan getaran yang tak merata sejak mesin bekerja di putaran idle. Hal ini disiasati oleh pabrikan dengan menggunakan engine mounting yang didesain khusus, sehingga mampu meredam getaran lebih optimal.

komponen internal mesin 3 silinder

Karena jumlah silindernya yang ganjil, membuatnya rentan terhadap vibrasi atau getaran

Karakter khas lainnya adalah karekter torsi yang lebih kuat terasa pada putaran bawah namun dengan ‘nafas’ yang terbatas di putaran atas. Karakter khas ini disiasati dengan permainan rasio pada girboks dan final gear. Selain itu, beberapa pabrikan juga menyiasatinya dengan menggunakan tambahan turbo untuk hasilkan tenaga lebih optimal di putaran atas. Dengan kelebihan dan kelemahan mesin 3 silinder ini, tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya mengemudi Anda.

–> Sedang cari mobil yang Anda inginkan? Silakan cek website Carro

 

Similar Posts