Tips & Trik

Tips Derek Mobil yang Mudah, Benar & Aman

menderek mobil berpenggerak rodak depan

Saat situasi genting dimana Anda harus mengevakuasi kendaraan Anda dengan derek mobil, ada beberapa hal penting yang harus Anda ketahui

Ketika berkendara, kemungkinan terburuk bisa terjadi kepada siapa saja. Salah satunya ketika mobil mogok atau tak bisa hidup. Namun ketika Anda mengalami masalah pada mobil dan terpaksa harus menggunakan jasa derek mobil, sangat penting untuk mengetahui tips menderek mobil dengan aman. Alasannya, dari ketidaktahuan atau kesalahan saat menderek mobil bisa menyebabkan kerusakan yang lebih besar dan membutuhkan biaya lebih mahal.

Saat derek mobil, ternyata setiap mobil memiliki perlakukan yang berbeda. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis penggerak yang dianut. Mobil penggerak roda depan, tentu berbeda cara mendereknya dengan mobil penggerak roda belakang atau penggerak All-Wheel Drive (AWD) atau 4WD. Alasanya karena roda terhubung dengan sistem penggerak mobil yang harus diperhatikan agar jangan sampai menimbulkan kerusakan baru saat diderek.

Untuk lebih mudahnya, yuk simak tips aman saat menderek mobil yang benar dan aman dari CARRO Indonesia berikut ini. Sehingga selain bisa mengevakuasi mobil Anda ke tempat yang lebih aman, namun juga bisa terhindar dari kemungkinan kerusakan yang lebih besar. Untuk itu, mari kita simak artikelnya bersama-sama.

–> Berikut Aturan Berpergian saat Natal & Tahun Baru 2021

Tips derek mobil penggerak depan & belakang

Pada umum, sistem penggerak mobil terbagi menjadi empat jenis yaitu penggerak roda depan (FWD), penggerak roda belakang (RWD), penggerak empat roda (4WD) dan penggerak semua roda (AWD). Untuk mobil berpenggerak roda depan, saat diderek, bagian depan mobil yang harus diangkat karena roda belakang tidak terhubung dengan sistem penggerak.

menderek dengan jasa towing mobil

Menggunakan jasa derek gendong menjadi solusi paling aman saat menderek mobil

Begitupun sebaliknya untuk penggerak roda belakang, saat diderek, yang harus diangkat adalah roda belakang. Misalnya Toyota Avanza, karena dia berpenggerak roda belakang, maka harus diderek dari belakang. tujuannya agar komponen pada transmisi dan penerus daya terhindar dari keausan dini.

–> Tips Aman Jumper Aki Mobil yang Benar dan Aman

Tips derek mobil 4WD dan AWD

Lantas bagaimana cara menderek untuk mobil dengan penggerak 4WD dan AWD? Untuk mobil 4WD seperti SUV, jip atau crossover, harus dilihat sistem penggerak utamanya, apakah mobil AWD dengan sistem penggerak utama di depan atau di belakang. Kemudian untuk mobil 4WD, pastikan posisi transfer case yang menghubungkan roda depan dan belakang dalam keadaan netral saat diderek.

Pengiriman mobil ke seluruh negeri

Manfaatkan jasa marketplace yang menawarkan layanan purna jual menyeluruh untuk kenyamanan Anda

Hal tersebut untuk mencegah gardan atau driveshaft berputar dan berpotensi terjadi kerusakan lebih besar. Untuk mobil dengan penggerak AWD, sebaiknya tidak diderek tapi digendong menggunakan truk towing. Ini dikarenakan mobil dengan penggerak AWD memiliki empat roda yang terhubung dan berputar di waktu yang bersamaan, sehingga apabila diderek dengan dua roda saja, kemungkinan besar dua roda lainnya yang berputar akan merusak sistem penggerak termasuk gardan dan transmisi.

Kecepatan yang disarankan saat menderek

Selain itu, kecepatan saat menderek ternyata juga bisa mengakibatkan kerusakan komponen mobil. Karena ketika diangkat mobil miring dengan sudut yang cukup tinggi, sehingga apabila diderek pada kecepatan tinggi dan terkena jalan yang tidak rata dapat mengakibatkan kerusakan komponen. Sebaiknya tidak lebih dari 30 sampai 40 km per jam.

–> Sedang cari mobil yang Anda inginkan? Silakan cek website Carro

Similar Posts