Beli MobilTips & Trik

Naksir Mobil 4×4? Simak Tips Pengecekannya Berikut Ini

Di balik tampilan gagahnya, mobil 4×4 juga butuh pengecekan untuk memastikan pilihan Anda bebas dari potensi merugikan di kemudian hari

Mobil 4×4 atau berpenggerak empat roda memang memiliki tampilan yang gagah dan maskulin. Sehingga membuatnya cukup digemari oleh sebagian konsumen dan masuk ke dalam kategori mobil hobi. Jika Anda tertarik untuk memiliki mobil 4×4, simak tips pengecekan yang CARRO Indonesia hadirkan berikut ini.

1. Lakukan pengamatan dari luar

Jeep Wrangler TJ

Pengematan dari luar jadi cara paling mudah untuk deteksi kerusakan pada suspensi, bodi dan sasis mobil 4×4

Tips pertama, lakukan pengamatan pada kondisi mobil 4×4 yang Anda Incar. Cek kembali apakah ada tampilan yang janggal pada mobilnya. Salah satunya dengan melihat apakah mobilnya miring sebelah? Kalau iya, maka ada kemungkinan ada masalah dengan suspensi. Kemungkinan terburuk adalah sasis sudah bengkok akibat mendapatkan benturan yang keras saat off-road. Jadi amati dengan detail ya!

–> Berikut Efek Buruk Penggunaan Octane Booster Terhadap Mesin

2. Lakukan pengecekan pada kap mesin, pintu dan bagasinya

celah bodi kendaraan

Pengecekan celah pada bodi dapat melihat kerusakan pada stuktur bodi dan sasis 

Jangan lupa lakukan pengecekan pada kap mesin, keempat pintu dan bagasinya. Kalau perlu buka dan tutup kembali kap mesin, pintu dan bagasi secara berulang-ulang. Lihat apakah sulit untuk menutup dengan mudah dan sempurna? Atau adakah celah yang yang tidak sama? Kalau iya, bisa dicurigai bekas kecelakaan atau benturan hebat yang membuat konstruksi bodi berubah. Hal tersebut terjadi pada SUV atau mobil 4×4 yang sudah menganut konstruksi sasis monokok.

–> Berikut Alasan Kenapa Mobil Klasik Memiliki Harga yang Tinggi

3. Cek kondisi transfer case mobil 4×4

Lakukan perpindahan mode dari 2h ke 4H dan 4L pada mobil penggerak empat roda tipe part-time atau model 4H ke 4L pada mobil penggerak empat roda tipe full-time. Adalah hal yang wajar jika perpindahan pada 4H ke 4L dirasa sedikit keras terlebih pada perpindahan transfer case model tuas. Hal tersebut lantaran transfer case tak dibekali kopling seperti layaknya transmisi.

sasis mokok pada mobil

Kerusakan pada sasis monokok cukup sulit dan mahal untuk diperbaiki

Lakukan gerakan maju dan mundur kemudian berhenti agar perpindahan transfer case jadi lebih mudah dan tidak ‘nyangkut’. Jika terjadi entakan atau bahkan terlalu mudah saat memindahkan posisi transfer case, ada kemunginan sudah terjadi masalah pada komponen internalnya.

4. Lakukan test drive

Memindahkan transmisi mobil

Amati dengan seksama karakter mobil saat test drive

Dengan test drive, Anda bisa mengamati kondisi terkini dari mobil incaran Anda. Contohnya jika ada suara dengung ketika sedang jalan, berarti as kopel sudah bermasalah atau sudah aus pada bagian sambungannya. Begitu pula jika bunyi gemuruh bisa jadi bearing roda sudah aus atau oblak. Jika ada hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk pilih mobil 4×4 yang lain. Selama berburu!

–> Sedang cari mobil yang Anda inginkan? Silakan cek website Carro

 

Related Articles

Back to top button